• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Data & Informasi LH Sumatera

Sistem Informasi Pelaksanaan Izin Lingkungan

 

basis data



LINK TERKAIT

 

welcome

 

Selamat datang di Web Site Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera. Kami berharap dengan adanya web site dapat membantu anda dalam memperoleh informasi seputar lingkungan hidup di Indonesia khususnya wilayah Sumatera.



 

Berita Terbaru




  • Kualitas Udara Riau Tidak Sehat (ISPU 17 Sep 2014)
    18 September 2014
    Data Indeks Standar Pencemar Udara Tanggal 17 September 2014 di sebagian wilayah Riau berada dalam kategori tidak sehat dan masih ada yang berbahaya di wilayah Perawang. Berdasarkan briefing pagi di Posko Lanud Roesmin Nurjadin, disampaikan oleh BMKG bahwa pola angin di Riau masih kencang sehingga berdampak pada masuknya kiriman asap dari Sumatera Selatan dan Jambi.

  • DENGAN LIMBAH SAWIT, KECAMATAN DI RIAU MANDIRI ENERGI
    18 September 2014
    Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau mencanangkan kecamatan Tambusai Utara sebagai kecamatan mandiri energy. Pencanangan ini bersamaan dengan peresmian proyek percontohan pemanfaatan limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (palm oil mill effluent/POME) oleh Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Manusia (ESDM) Susilo Siswoutomo di Desa Rantau Sakti Tambusai Utara Rokan Hulu.

  • Kualitas Udara di Riau sudah Tidak Sehat (16 Sep 2014)
    17 September 2014
    Berdasarkan data ISPU tanggal 16 September 2014 wilayah Riau sudah masuk dalam kategori tidak sehat bahkan sangat tidak sehat dan ada yang sampai Berbahaya di Perawang, Kandis, dan Petapahan.

  • KEBAKARAN HUTAN MASIH MELANDA SUMATERA, ASAP SUDAH KE SINGAPURA
    17 September 2014
    Setelah berlangsung selama dua pekan, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan belum dapat tertangani dengan baik. Sampai dengan hari Selasa (16 /9/ 2014) masih dijumpai banyak titik api sehingga menyebabkan kabut asap semakin menebal dan mengakibatkan jarak pandang berkurang dan gangguan pada mata dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

  • ASAP KIRIMAN DARI SUMATERA SELATAN, KUALITAS UDARA RIAU MENURUN
    16 September 2014
    Asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan kian memperburuk jarak pandang di Provinsi Riau. Sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, jarak pandang di Kota Pekanbaru tak sampai 1 kilometer.

16 September 2014
KABUT ASAP SELIMUTI JAMBI, PENERBANGAN DIBATALKAN
Sejak sepekan terakhir ini, hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi diselimuti asap tebal. Pada hari senin (15/9/2014) kabut asap tebal menyelimuti Muaro Bungo dan Tanjung Jabung Barat dengan jarak pandang hanya 500 meter. Beberapa penerbangan baik dari maupun ke Bandara Sulthan Thaha Jambi dibatalkan penerbangannya. Dari data yang didapatkan dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, terdapat 31 titik api di Provinsi Jambi. Ini diketahui berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA 18. Hasil pantauan terdeteksi ada 31 titik panas di Provinsi Jambi. Diantaranya terdiri dari, Tebo 11 titik , Tanjab Barat 5 titik lalu Sarolangun 4 titik, kemudian Bungo 4 titik. Selain itu di Batanghari ditemukan 1 titik, di Muaro Jambi ada 1 titik dan di Tanjab Timur 1 titik serta di Kerinci ada 1 titik.
[ lengkap ]

16 September 2014
TITIK API MENINGKAT, ASAP MENYELIMUTI KOTA PALEMBANG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan menyatakan jumlah titik api (hot spot) di wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu beberapa hari terakhir jumlahnya mengalami peningkatan signifikan. “Berdasarkan pemantauan melalui satelit, jumlah titik api yang sebelumnya terdeteksi 20–30 titik, kini jumlahnya meningkat bisa mencapai 200 titik lebih,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan, Indra Purnama, di Palembang, Minggu (14/9/2014), dikutip Antara.
[ lengkap ]

12 September 2014
PERPUSTAKAAN DAERAH KEKURANGAN BUKU TENTANG LINGKUNGAN HIDUP
Dalam mengembangkan pengetahauan tentang lingkungan hidup ke masyarakat, dibutuhkan bahan bacaan seperti buku dan majalah. Namun demikian, saat ini sumber bacaan seperti buku dan majalah tentang lingkungan hidup masih sangat kurang dalam koleksi buku-buku perpustakaan di kabupaten/kota. Demikian diungkapkan oleh Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tanah Datar,Yankasbari dalam kesempatan pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Gran Malindo Kota Bukittinggi pada tanggal 5 September 2014 dengan mengusung tema “ Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Melalui Minat Baca”. Pertemuan tersebut dilaksanakan oleh PPE Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup dengan menghadirkan Kepala UPT Perpustakaan Bung Hatta, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Bukittinggi, Tanah Datar, dan Payakumbuh. Hadir dalam pertemuan tersebut pihak sekolah Adiwiyata dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Payakumbuh, serta WALHI Prov. Sumatera Barat. Narasumber dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak, Ibu Herayulwita mengatakan bahwa perlu upaya keras untuk meningkatkan minat baca masyarakat karena saat ini kunjungan ke perpustakaan masih sangat rendah. Disamping itu peran dan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan perpustakaan juga masih rendah. Oleh karena itu perlu upaya yang keras dari pihak perpustakaan untuk mensosialisasikan dan mendorong masyarkat agar meningkatkan minat baca. Senada dengan Hera, Kepala PPE Sumatera Muh Ilham Malik juga menyampaikan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu, PPE Sumatera menyusun beberapa program antara lain melakukan perpustakaan lingkungan keliling, aktif mengikuti pameran-pameran yang dilaksanakan pusat maupun daerah dan mengundang sekolah-sekolah untuk melakukan kunjungan ke perpustakaan Emil Salim 1 di PPE Sumatera. Di samping itu, PPE Sumatera juga melengkapi buku lingkungan khususnya untuk kalangan siswa sekolah dasar sampai menengah atas. Para wakil dari sekolah Adiwiyata menyampaikan bahwa sekolah juga kekurangan buku dan bahan bacaan lainnya yang terkait dengan lingkungan hidup. Oleh karena itu diharapkan bantuan pemerintah daerah untuk menyediakan buku dan bacaan lingkungan kepada para siswa. Disisi lain, sekolah juga menawarkan alternatif dengan meminta setiap murid pada saat penerimaan raport untuk menyumbangkan minimal satu buku bertema lingkungan hidup.
[ lengkap ]

 

 

AGENDA KEGIATAN

 

 

JUMLAH PENGUNJUNG