• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Data & Informasi LH Sumatera

Sistem Informasi Pelaksanaan Izin Lingkungan

WQMS

AQMS

 

basis data



LINK TERKAIT

 

welcome

 

Selamat datang di Web Site Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera. Kami berharap dengan adanya web site dapat membantu anda dalam memperoleh informasi seputar lingkungan hidup di Indonesia khususnya wilayah Sumatera.



 

Berita Terbaru




  • KUNJUNGAN PRESIDEN RI KE PROVINSI RIAU
    27 November 2014
    Pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Provinsi Riau menjadi tujuan utama Presiden RI, Joko Widodo, untuk melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau khususnya ke Kabupaten Meranti. Presiden Joko Widodo, mendarat pada hari Rabu, tanggal 26 November 2014 pukul 13.36 WIB.

  • Pertemuan Presiden RI dengan Masyarakat Sei Tohor Kabupaten Meranti
    27 November 2014
    Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo telah datang menemui langsung dan menggelar dialog dengan masyarakat Desa Sei Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (27/11/2014) pagi. Presiden RI beserta rombongan datang untuk meninjau kilang sagu dan melihat proses pengolahan sagu. setelah itu, Presiden meninjau pembuatan sekat kanal yang dilakukan oleh masyarakat.Meranti, Riau, Kamis (27/11/2014) pagi. Presiden RI beserta rombongan datang untuk meninjau kilang sagu dan melihat pembendungan kanal yang dilakukan oleh masyarakat.

  • PRESIDEN JOKO WIDODO AKAN MENDEKALARASIKAN PERLINDUNGAN GAMBUT DI RIAU
    26 November 2014
    Kebakaran hutan dan lahan khususnya yang terjadi di lahan gambut telah berlangsung setiap tahunnya. Khusus di Riau, masyarakat sudah resah dengan berulangnya kebakaran hutan dan lahan yang sudah terjadi selama 17 tahun. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi akibat perbuatan manusia yang membuka lahan dengan membakar.

  • MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TINJAU KESIAPAN PENANGANAN KARHUTLA DI RIAU
    19 November 2014
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Dr. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc melakukan kunjungan ke Riau pada tanggal 18 November 2014 untuk memantau dan menjaring informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi khususnya di Provinsi Riau Pada kunjungan kali ini didampingi Kabareskrim Polri, Sekjen Kemenhut, Dirjen PHKA, UKP4, serta Deputi Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim. Dalam pertemuan di Ruang Media Center Posko Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Lanud Roesmin Nurjadin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerima paparan dari Green Peace, WALHI, Jikalahari, Perspektif Baru serta beberapa organisasi yang bergerak di bidang Lingkungan Hidup tentang akar masalah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau. Turut memberikan informasi dari unsur pemerintah kabupaten adalah Bupati Rokan Hilir dan Bupati Kepulauan Meranti. Walhi Riau mengatakan kebakaran hutan dan lahan terjadi karena kesalahan tata kelola hutan di Riau. Indikasinya adalah pemberian izin untuk eksploitasi lahan gambut yang seharusnya menjadi kawasan lindung. Selain itu penegakan hokum yang lemah menyebabkan kasus kahutla selalu berulang setiap tahun. Senada dengan Walhi, LSM pegiat lingkungan juga menyampaikan agar lahan gambut yang rusak agar segera direstorasi dan memperpanjang moratorium izin pembukaan lahan baru serta melakukan penegakan hukum secara konsisten. Pada kesempatan yang sama Siti Nurbaya mengatakan bahwa akan dicarikan solusi soal Karhutla yang terjadi di Riau. Dan hal ini akan dibahas dalam pertemuan di UGM Jogjakarta tanggal 19 -20 November bersama para pakar untuk mencari solusinya. Namun sejauh ini, pemerintah secara serius menangani karhutla dengan melakukan berbagai upaya salah satunya adalah audit kepatuhan perusahaan terhadap pencegahan dan pengendalian karhutla. Audit ini dilakukan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) Menteri LHK juga mengatakan karhutla lebih merupakan kejahatan manusia dari pad bencana. Regulasi untuk penanganannya sudah cukup namun implementasi di lapangan masih kurang. Kedepan, Menteri LHK akan meningkatkan pengawasan dan meminta agar pimpinan daerah lebih konsisten dalam melakukan pencegahan karhutla. Setelah pemaparan,dengan menggunakan helikopter dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Menteri LHK beserta rombongan mengunjungi daerah rawan kebakaran di Kepulauan Meranti, Dumai dan Roakn Hilir.

  • PROFIL MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (2014-2019) “SITI NURBAYA, PEGAWAI TELADAN YANG PRO PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN”
    19 November 2014
    Ibu Siti Nurbaya semasa kecil sudah tertarik dengan dunia birokrasi dan ilmu administrasi melalui tulisan-tulisan Said bin Tsabit, penulis kodifikasi Al Quran pada era pemerintahan Ustman bin Affan [644-656 Masehi]. Bakat dan kegemaranmnya ini membawanya masuk ke dalam dunia birokrasi pemerintah daerah dengan menjadi PNS di Bappeda Provinsi Lampung tahun 1979. Kariernya sebagai PNS dimulai dari bawah hingga mencapai jabatan Sekretaris jenderal Kemendagri (2001-2005). Setelah lulus dari IPB pada tahun 1979, wanita kelahiran Jakarta pada tanggal 28 Agustus 1956 dari keluarga asli Betawi ini melanjutkan studinya ke International Institute for Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC), Enschede, Belanda, dan meraih gelar master pada tahun 1988. Satu dasawarsa kemudian, yaitu tahun 1998, Siti Nurbaya Bakar merampungkan jenjang S3 di IPB. Riwayat Siti Nurbaya Bakar di pemerintahan cukup panjang, yakni Kepala Seksi Penelitian Fisik Bappeda Lampung (1983-1985), Kepala Seksi Pengairan Bappeda Lampung (1985-1988), Kasubid Analisis Statistik Bappeda Lampung (1981-1983), Kepala Seksi Tata Ruang Bappeda Lampung (1988-1990), Kepala Bidang Penelitian , Bappeda Lampung (1990-1995), dan Wakil Ketua Bappeda Tingkat I Pemda Lampung (1996-1998).Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Depdagri (1998-2001), Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi di Lingkungan Kopertis Wilayah III (2001-Sekarang), Pelaksana Manajemen STPDN (2003-2004), Sekjen Depdagri (2001-2005), Selama bekerja sebagai birokrat, Siti beberapa kali dianugerahi penghargaan. Antara lain sebagai Pegawai Negeri Sipil Teladan Nasional pada 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan penghargaan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Beberapa anugerah yang pernah diterimanya antara lain Bintang Jasa Utama (2011), Bintang Satya Lencana Wirakarya (2010), Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya (2004), Penghargaan Dewan Pers Nasional untuk Partisipasi Pejabat (2004), PNS Teladan Nasional (2004), Penghargaan Penerapan Informasi Teknologi (2003), Penghargaan Nasional dalam Aplikasi Sistem Informasi Geografi (1993), dan masih banyak lagi. Pada tahun 2007 Ia dinobatkan sebagai 99 perempuan paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia Terkait peleburan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan tersebut, Siti Nurbaya menegaskan dirinya tidak akan pilih kasih perihal persoalan mana yang akan didahulukan."Saya tidak akan mendahulukan persoalan kehutanan di atas lingkungan hidup maupun sebaliknya. Baik hutan maupun lingkungan hidup memiliki urgensinya masing-masing. Hanya saja, sebagai seorang birokrat peleburan dua kementerian dan masa transisinya akan menjadi program utama saya dalam dua bulan ke depan," tutur Nurbaya "Baik kehutanan maupun lingkungan hidup menghadapi tantangan yang sama, yakni bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tanpa merusak keberlanjutannya, karena itulah diperlukan perbaikan dibidang perizinan supaya kontrol dan peralihan hak dari negara kepada pihak tertentu bisa lebih terukur," jelasnya. Beliau berkesimpulan terdapat filosofi sama di antara kedua institusi. ”Di jajaran LH itu filosofi akar kehidupan, sedangkan di kehutanan filosofi pohon kehidupan. Di lingkungan, ditanamkan dengan baik, lingkungan lestari. Kalau pohon kehidupan, pengembangan kesejahteraan keadilan,” Nurbaya mengkritisi pola pikir masyarakat yang memandang fokus pada perizinan sebagai bentuk liberalisasi dan swastanisasi bukaan lahan. Baginya, sistem perizinan yang baik lebih menjamin keberlanjutan tutupan lahan dan eksplorasi untuk kemakmuran dalam proporsi yang seimbang.

13 November 2014
Sinergi Lingkungan-Kehutanan
SALAH satu kementerian Kabinet Kerja yang banyak disorot masyarakat adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kementerian ini merupakan penggabungan dari Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
[ lengkap ]

12 November 2014
TMII antisipasi kerusakan ekosistem
MEMPERINGATI Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menanam pohon jenis damar dan melepas burung merpati di Desa Seni, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dalam sambutannya, Siti Nurbaya Bakar menyatakan, sangat mendukung gerakan nasional konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati yang diinisiatif oleh penyelenggara HCPSN.
[ lengkap ]

11 November 2014
Pilihan Sulit Relokasi Warga Sinabung
Sepuluh hari seusai dilantik jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (6/11), Siti Nurbaya Bakar memulai kunjungan lapangan. Yang pertama didatangi, Kabupaten Karo di Sumatera Utara. Kunjungan itu untuk memastikan kawasan hutan yang dipinjamkan bagi akses jalan dan lokasi relokasi warga terdampak erupsi Gunung Sinabung aman dari perambahan. Tujuan lain adalah mengecek pembuatan permukiman baru yang aman dan nyaman bagi warga.
[ lengkap ]

 

 

AGENDA KEGIATAN

 

 

JUMLAH PENGUNJUNG